Don't be Captious

Kisah Inspiratif Najwa Shihab Jadi Ketua OSIS dan Ikut Pertukaran Pelajar ke Amerika Serikat

Najwa Shihab (Tribunnews)

Jika ditanya mengenai siapa jurnalis yang cantik dan cerdas, beberapa orang mungkin akan menyebutkan nama Najwa Shihab. Najwa Shihab makin dikenal setelah berprofesi sebagai presenter di sebuah stasiun televisi di tanah air. Meski tak lagi di stasiun televisi itu, Najwa Shihab tetap bisa menginspirasi banyak orang. Lalu, seperti apa kehidupan masa remajanya?

Najwa Shihab yang biasa disapa dengan Nana ini lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 16 September 1977. Dia adalah putri kedua dari Quraisy Shihab, seorang ahli tafsir di Indonesia yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Agama era Kabinet Pembangunan VII. Ibunya bernama Fatmawati. Nana dilahirkan dalam lingkungan yang religius.

Najwa Shihab (Kompas)

Najwa melewati semua pendidikan, mulai dari TK sampai SMA, di Jakarta. Dimulai dari TK Al-Quran, kemudian dilanjutkan ke SD di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah. Yang menarik, saat masih SD Najwa sudah belajar untuk mencari uang sendiri. Demi menambah uang jajannya dulu, Najwa Shihab pernah membuka perpustakaan kecil di rumah keluarganya.

Najwa mengenang, bahwa dia pernah membuka perpustakaan mini bersama kakak-kakaknya di rumah saat masih duduk di bangku sekolah dasar demi menambah uang jajannya. “Satu hal yang Abi perbolehkan kami untuk beli sesuka hati adalah buku. Jadi koleksi buku di rumah cukup banyak. Akhirnya kami buka perpustakaan mini di rumah untuk menambah uang jajan. Harga sewanya Rp 25 per buku,” kenang Najwa seperti dikutip dari Idrusco, Senin (30/10/2017).

Prinsip-prinsip itu pula yang Najwa wariskan kepada putranya, Izzat Ibrahim. Bagi pemegang gelar sarjana hukum itu penting untuk mengenalkan literasi finansial kepada anak sedari kecil. “Aku buka tabungan untuk Izzat saat dia SMP. Dari situ, ia bisa belajar pentingnya dan manfaat menabung,” kata Najwa.

Setelah masuk SMP sampai SMA, karena didorong oleh orangtuanya, Najwa jadi suka aktif di berbagai organisasi sekolah. “SMP pernah jadi Ketua OSIS, terus ikut Paskibraka, terus pernah ikut KIR (Karya Ilmiah Remaja) sama mading sekolah,” tutur Najwa.

Lebih keren lagi, saat SMA Najwa pernah ikut pertukaran pelajar ke Amerika Serikat yang dinamakan dengan AFS (America Field Service). “Waktu itu sebagai orang Indonesia dan Muslim satu-satunya, hampir tiap minggu ada tugas presentasi tentang budaya di Indonesia dan mereka kagum banget sama identitas bangsa kita,” jelasnya.

Najwa Shihab (Tribunnews)

Menurut Najwa, sistem pendidikan di AS berbeda dengan Indonesia, karena di sana bisa dibilang lebih maju. “Sekilas nggak ada bedanya sama anak-anak Indonesia. Mungkin sistem pendidikan yang bikin anak-anak muda punya pikiran kritis, berdiskusi, jadinya anak-anak muda bisa berpikir mencari solusi,” katanya.

Karena kegemarannya membaca buku, Najwa kemudian diangkat menjadi Duta Baca Indonesia 2016-2020. Najwa pun curhat mengenai keprihatinannya sama anak-anak muda zaman sekarang. “Anak-anak zaman sekarang itu ya, pada males baca buku,” tegur Najwa. Padahal, menurut Najwa, membaca buku itu lebih memiliki keunggulan tersendiri dibanding nonton video atau platform lain. “Karena ketika membaca ada sel-sel di otak yang bekerja buat daya pikir manusia,” lanjut Najwa.

Membaca, kata Najwa, tak harus dari buku. Bisa dari koran, majalah, komik, digital, dan bacaan lainnya. “Yang penting itu harus ditumbuhkan minat bacanya, platform membaca kan banyak sekarang,” ujar Najwa.

Nah, JB’ers juga ingin cerdas seperti Najwa Shihab? Kuncinya adalah banyak membaca. Dengan banyak membaca, maka wawasan kamu pun akan bertambah. Siapa tahu kamu bakal menjadi Najwa Shihab berikutnya. (tom)

Mereka Juga Suka Berita Ini
Apa Komentarmu
Loading...