Mendalami Profesi Script Writer Buat Kamu yang Suka Nulis, Gajinya Lumayan Lho

Dalam menonton film, mungkin kamu pernah terbawa suasana. Jika filmnya sedih, kamu bakal ikut sedih, dan jika filmnya lucu, maka kamu akan tertawa terbahak-bahak. Efek itu merupakan akibat dari alur dalam film yang didukung oleh naskah narasi. Di dunia perfilman sendiri, naskah narasi atau skenario adalah suatu hal mendasar yang mendukung berjalannya suatu film yang lagi dikerjakan. Dan tokoh pentingnya di sini adalah sang script writer. Buat kamu yang suka menulis dan nonton film, profesi sebagai script writer ini cocok untukmu.

”Script writer itu mengembangkan ide sampai menjadi skenario yang nantinya dipakai untuk menjadi film atau FTV. Idenya bisa dari siapa saja. Produser, penulisnya sendiri, bahkan sutradara,” ujar Perdana Kartawiyudha yang pernah menuliskan skenario film “Cinta Tapi Beda”, seperti dikutip dari HAI, Kamis (11/1/2018).

Menurut Pidi, sapaan akrab dari Perdana, mengerjakan skenario juga mempunyai tantangan tersendiri. Pria kelulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini menuturkan bahwa setiap script writer harus bisa mengakomodasi kebutuhan beberapa orang, seperti produser dan sutradara, untuk membuat cerita film jadi menarik. Pasalnya, memang script writer ini adalah sebuah pekerjaan kolaboratif. Harus menampung banyak masukan, dan bikin cerita bagus dan keren dengan deadline yang ditentukan.

Contoh skenario film (Allwrite-komunitas)

Serunya membuat skenario adalah kamu bisa mengembangkan ide dan imajinasi kamu yang akan divisualkan. Apalagi dengan membuat skenario ini, kamu bakal dibayar dengan upah yang nggak sedikit.

“Suka duka menjadi script writer tuh mengerjakan sesuatu yang kita suka terus dibayar. Kalau dukanya, mengakomodasi banyak kepentingan di tengah deadline,” ujar Pidi ketika ditanya suka dan duka menjadi seorang script writer.

Tentunya, kamu penasaran kan dengan gaji seorang script writer? Rupanya, gaji seorang script writer untuk proyek film layar lebar adalah antara Rp 20 juta, hingga Rp 200 juta! Sementara untuk proyek FTV dan sinetron, harganya beda lagi, yaitu antara Rp 1 juta sampai Rp 15 juta.

Jika kamu ingin menjadi seorang script writer, kamu bisa lebih dulu belajar ilmunya di Intsitut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan Film, atau ikut workshop di Serunya (kelas menulis dari Perdana Kartawiyudha). Untuk workshop ini waktunya bisa sampai 3 bulan dan progression 3 bulan.

Format skenario film Raditya Dika (YouTube)

Mengenai lama pembuatan skenarionya, tergantung apa yang dipilih dan juga deadline-nya. Namun, untuk proyek film layar lebar, biasanya lama pengerjaan skenario adalah 4 sampai 5 bulan. Sementara untuk FTV, sitkom dan sinetron, lamanya adalah 1 hari.

Bagaimana? Apakah setelah mengetahui lebih banyak soal script writer ini, kamu mempunyai keinginan untuk menjadi seorang script writer? (tom)

Mereka Juga Suka Berita Ini
Apa Komentarmu
Tunggu Dong...