BAGIKAN
Dilan dan Milea (Otojurnalisme)

Film “Dilan 1990” yang rilis bulan Januari lalu menuai kesuksesan. Hal ini terbukti dengan film tersebut banyak ditonton, dan menjadi salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa, menggeser film “Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 2”. Kesuksesan film “Dilan 1990” ini mungkin akan berlanjut, karena film tersebut dipastikan mendapatkan lanjutan atau sekuelnya.

Ody Mulya Hidayat, sang produser, mengatakan bahwa dia akan lebih berhati-hati dalam menggarap sekuelnya yang berjudul “Dilan 1991”. Ody pun mengaku pihaknya kemungkinan akan mengeluarkan dana lebih besar untuk menggarap film “Dilan 1991”, yang juga diadaptasi novel karya Pidi Baiq.

“(Modalnya) lumayan besar. Ada Rp 15 miliar lebih (untuk Dilan 1990). Dan kemungkinan modalnya lebih besar,” jelas Ody Mulya Hidayat seperti dikutip dari Jawaposcom, Senin (12/2/2018).

Novel Dilan (Yeaharip)

Besarnya modal yang dikeluarkan lantaran ekspektasi di film kedua pastinya lebih tinggi dibandingkan “Dilan 1990”. Ody mengaku masih akan bekerjasama dengan Fajar Bustomi sebagai sutradara dan juga Pidi Baiq sebagai penulis novel.

Ody berkisah, sejak awal dirinya sudah memprediksi jika film Dilan akan meledak di pasaran. “Dari konten awal, lihat bukunya saya prediksi akan booming, asal rapi pengerjaannya, alurnya enak, ceritanya enak dan mengalir sehingga review-nya menarik,” jelasnya.

Meledaknya film “Dilan 1990”, dibuktikan dengan terus naiknya jumlah penonton sejak resmi tayang pada 25 Januari 2018 lalu. Ody berharap kesuksesan film “Dilan 1990” di awal tahun ini bisa ditiru oleh film-film produksi dalam negeri lainnya. Film yang nggak hanya mementingkan sisi kualitas namun juga tetap ada nilai komersilnya.

Fajar Bustomi, sutradara film “Dilan 1990” sedang bekerja keras agar nggak mengecewakan penggemar Dilan di sekuelnya nanti. Bersama dengan Pidi Baiq, Fajar tengah mencari-cari adegan terbaik dari novel kedua kisah ini, untuk diangkat ke layar lebar.

Fajar Bustomi (Kapanlagi)

“Pada prinsipnya, intinya apa yang diomongin di novel itu jangan melenceng. Yang pasti kita akan sangat hati-hati seperti ‘Dilan 1990’, memilah mana yang harus masuk mana yang enggak harus masuk,” kata Fajar.

Soal pemain yang akan ikut berperan dalam film “Dilan 1991”, disebutkan Fajar tak ada yang berubah dari “Dilan 1990”, hanya ada karakter baru yang akan dimunculkan yang sudah banyak ditanyakan oleh pembaca novel Dilan.

“Kalau pemain yang lama tetap, Insya Allah enggak ada perubahan. Tapi ada karakter baru yang kemarin disodorkan di media sosial, banyak perdebatan. Jadi ada karakter namanya Mas Herdi, ini karakter yang bisa membuat Dilan patah hati dan mereka penasaran siapa yang memerankan,” kata Fajar.

Para pemain Dilan 1990 (Kapanlagi)

Sebagai penggemar dari Novel Dilan itu sendiri, Fajar hanya mengatakan bahwa untuk “Dilan 1991” akan sangat berbeda dengan “Dilan 1990”, akan lebih banyak dramatisasi, dengan emosi bercampur jadi satu. Hal itu dikarenakan kisah dari “Dilan 1991” versi novelnya yang memang lebih ke arah drama, dibandingkan komedi romantis seperti film pertamanya. Nantinya, bakal lebih banyak adegan yang mengharukan dan sendu jika mengikuti alur di novelnya.

Mampukah film “Dilan 1991” ini menyamai bahkan mengungguli film pertamanya? Kita nantikan saja kabar berikutnya. (tom)

Apa Komentarmu