Nggak Kalah dari Produk Luar, Ini Laptop Buatan Indonesia yang Bisa Kamu Beli

Laptop atau perangkat komputer jinjing merupakan gadget yang hampir nggak terpisahkan dari kehidupan modern seperti saat ini. Saat produktifitas digital menjadi tolok ukur prestasi masyarakat, permintaan laptop tetap tinggi meski harus bersaing dengan ponsel pintar.

Di pasaran, memang lebih banyak beredar laptop buatan luar negeri. Meski demikian, bukan berarti Indonesia nggak punya laptop sendiri. Indonesia ternyata punya produk laptop lokal, yaitu Axioo dan Zyrex.

Kedua laptop tersebut dibuat di pabrik yang berada di Jakarta Barat untuk Zyrex dan Jakarta Timur untuk Axioo. Dua merek tersebut merupakan merek laptop buatan Indonesia yang beredar dan bersaing dengan laptop-laptop buatan luar negeri.

Laptop Axioo (Ulaspc)

Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Achmad Rodjih menjelaskan bahwa produksi laptop nasional sama seperti produksi elektronik lainnya, yakni industri perakitan. “Kita kebanyakan merakit, mungkin ada beberapa komponen yang di sini kaya kabel. Tapi kalau komponen aktif, motherboard sudah ada Intel, sudah Asus, sudah ada MSI. Kan Elektronik di Indonesia kebanyakan rakit,” jelas Achmad seperti dikutip dari Detikcom, Selasa (1/5/2018).

Dari skala produksinya sendiri, kedua merek lokal tersebut mampu memproduksi sekitar 7 ribu unit laptop. Sehingga total antara 14 ribu sampai 15 ribu laptop. Padahal kapasitas produksi maksimal bisa mencapai dua kali lipat dengan masing-masing merek berkapasitas produksi sekitar 20 ribu laptop per tahun.

Tantangan yang dihadapi oleh kedua merek lokal tersebut sejatinya bukan tentang kualitas tetapi pada persaingan merek. Achmad menjelaskan bahwa laptop-laptop buatan Indonesia juga telah melewati uji kualitas. “Di masing-masing pabrik Axioo, Zyrex itu kan punya laboratorium ujinya. Jadi sebelum dipasarkan, diuji kualitasnya ada. Sebenarnya sama, cuma yang jadi masalah brand, merek itu,” ungkap Achmad.

Laptop Zyrex (Arenalaptop)

Achmad juga menjelaskan bahwa dari segi mesin pun laptop merek lokal juga nggak jauh berbeda, karena komponen intinya juga dipasok dari luar negeri. “Pabrik motherboard sama, bikin casing sama, harddisk sama, kan gitu aja. Yang bikin LED sama. Tinggal kuat-kuatan bersaing di pasar brand,” jelasnya.

Ia pun menjelaskan bahwa jumlah kebutuhan laptop di Indonesia mencapai 3 juta unit. Namun hampir seluruhnya didatangkan dari luar negeri. Hal ini tentu saja bisa menjadi peluang untuk laptop lokal bersaing. Tantangannya memang tentang bagaimana menjelaskan bahwa kualitas laptop yang dirakit di Indonesia sama berkualitas dengan laptop impor. “Orang intinya dirakit ada quality control ada, semuanya ada. Pelayanan purna jual juga ada,” kata Achmad.

Dengan semakin banyaknya laptop yang dibuat di Indonesia tentu saja akan turut meningkatkan kontribusi ekonomi secara domestik. Selain itu pabrik-pabrik akan lebih banyak menyerap tenaga kerja, sehingga akan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Yuk, mulai memakai produk dalam negeri. (tom)

Mereka Juga Suka Berita Ini
Apa Komentarmu
Tunggu Dong...