Awas! Rokok Picu Penyakit Pikun


Dewasa ini, merokok dapat berdampak negatif bagi kesehatan manusia. Pasalnya, rokok mengandung zat-zat berbahaya yang bisa memicu berbagai penyakit seperti gangguan kehamilan, serangan jantung, stroke, dan lain sebagainya.

Tak hanya itu, merokok juga dapat picu penyakit pikun pada seseorang. Dr. Yuda Turana, pakar neurologi Universitas Atmajaya mengatakan, selama ini pikun belum dapat disembuhkan dengan obat apapun. Namun, seseorang dapat mengurangi atau menghindari rokok.

“Menurut penelitian terbaru yang dilakukan WHO, perokok memiliki risiko 45 persen lebih tinggi terserang pikun atau demensia dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok,” ujar Dr. Yuda, seperti dilansir Viva.co.id, Jumat (12/9/2014)

Lebih lanjut Dr. Yuda menambahkan, sebanyak 14% penderita Alzheimer disebabkan oleh rokok. “Sebenarnya semua orang berisiko menderita Azheimer. Penyebabnya belum diketahui. Namun, terdapat beberapa faktor risiko. Ada yang dapat diubah ada yang tidak dapat diubah seperti faktor genetik,” tuturnya.

Adapun sejumlah faktor risiko yang dapat mengakibatkan seseorang terkena penyakit pikun adalah gaya hidup yang buruk seperti merokok, pola makan tidak sehat yang berujung pada obesitas, kurang berolahraga, kurang beraktivitas dan kurang bersosialisasi.

Selain itu, Dr Czeresna Heriawan Soejono, Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo juga menjelaskan beberapa faktor risiko lain yang dapat diubah atau dimodifikasi seperti stres, tekanan darah tinggi, diabetes melitus, resistensi insulin, dyslipidemia dan gagal jantung.

“Risiko penyebab kerusakan kognitif pada otak berdasarkan kondisi kesehatan itu dapat diminimalisir dengan mengurangu asupan garam, asupan berlemak, perencanaan makan dan latihan fisik,” ungkapnya.

Terkait kasus ini, penelitian di Inggris pun belum lama ini menyatakan perokok aktif dapat terserang pikun saat berusia 45 tahun. “Selama ini rokok hanya dianggap berisiko menimbulkan penyakit pernapasan, kanker, dan penyumbatan pembuluh darah, padahal ada efek lain yang lebih nyata, dan muncul, yaitu penuaan dini bagi pria di umur 45 tahun,” ujar Severine Sabia, Peneliti dari Universitas London. (nha)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
60
Love
OMG OMG
50
OMG
Yaelah Yaelah
80
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
70
Keren Nih
Ngakak Ngakak
100
Ngakak