Isra Miraj, Perjalanan ‘Insterstellar’ Manusia Pertama di Dunia


ilustrasi isra miraj (news.com)

Hari ini, Sabtu (16/05/2015) seluruh umat muslim di belahan dunia memperingati Isra Miraj. Berbicara tentang Isra Miraj, semua orang akan menjawab bahwa hari itu adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW saat memperoleh perintah Allah SWT untuk melaksanakan salat lima waktu dalam sehari semalam.

Jika ditelusuri secara detail, Isra dan Miraj adalah dua peristiwa yang tak sama alias beda. Tapi, lantaran dua peristiwa ini terjadi pada waktu yang bersamaan maka digabungkan sebagai Isra Miraj. Isra sendiri adalah kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Yerussalem.

Sementara Miraj merupakan kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari bumi hingga beliau naik ke langit ketujuh lalu dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (akhir penggapaian). Ketika sampai di Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad SAW menerima perintah Allah SWT supaya melakukan salat lima waktu dalam sehari semalam.

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim menyatakan suatu hari, ketika Nabi Muhammad SAW bersama sahabat tengah menunaikan salat di Masjid di Madinah, turunlah QS. Al-Baqarah ayat 144 yang memerintahkan umat Islam agar memalingkan wajah (berkiblat) ke Masjid Al-Haram.

“Sungguh kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjid Al-Haram dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjid Al-Haram itu adalah benar dari tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”

Dalam perjalanannya, Nabi Muhammad yang ditemani malaikat Jibril bertemu dengan Sang Pencipta. Nabi Muhammad SAW kala itu mengendarai Buraaq, yakni hewan putih panjang, berbadan besar dan bersayap. Menurut sebuah hadits dikisahkan, di langit tingkat pertama, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Adam. Keduanya sempat bertegur sapa sebelum akhirnya Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanannya kembali.

Lalu di langit kedua, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Isa dan Nabi Yahya. Layaknya di langit pertama, Nabi terakhir itu disapa dengan ramah dan didoakan oleh Nabi Isa dan Nabi Yahya.

Kemudian di langit ketiga, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Yusuf. Ketika itu, Nabi Yusuf memberikan sebagian dari ketampanan wajahnya dan memberikan doa kebaikan kepada Nabi Muhammad SAW.

Saat melanjutkan perjalanan ke langit empat, Nabi Muhammad SAW bertemu Nabi Idris. Seperti Nabi-nabi lainnya, Nabi Idris tak lupa memberi doa untuk Nabi Muhammad agar ia diberi kemudahan dalam melakukan urusan yang diperintah Allah SWT.

Di langit kelima, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Harun. Nabi Harun mendoakan Nabi Muhammad agar selalu mendapat kebaikan pada setiap perbuatannya. Pada langit keenam, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Musa. Nabi Musa pun mendoakan Nabi Muhammad dengan kebaikan.

Sampailah ke langit terakhir yakni langit ketujuh. Di sana, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Ibrahim. Nabi Muhammad SAW diajak Nabi Ibrahim pergi ke Sidratul Muntaha.

Dalam hadist disebutkan, Sidratul Muntaha adalah sebuah pohon yang menandai akhir dari batas langit ke tujuh. Sidratul Muntaha berdaun lebar seperti telinga gajah dan buahnya yang menyerupai tempayan besar. Disinilah, Nabi Muhammad SAW berdialog dengan Sang Khalik untuk menerima perintah wajib salat lima waktu dalam sehari.

Jika mengenang kisah Isra Miraj yang dialami Nabi Muhammad SAW, kita akan teringat dengan sebuah film berjudul Insterstellar. Film tersebut berkisah tentang perjalanan para penjelajah luar angkasa yang terbang melintasi lubang besar guna mencari planet baru yang dapat dihuni manusia.

Dengan kata lain, Isra Miraj Nabi Muhammad SAW memiliki persamaan dengan cerita Insterstellar yakni perjalanan yang sama menuju beberapa lapisan luar bumi hingga ke dunia lain.

(nha)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
10
Love
OMG OMG
100
OMG
Yaelah Yaelah
30
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
20
Keren Nih
Ngakak Ngakak
50
Ngakak