Dua Animasi Ala Jepang Ini Ternyata Buatan Indonesia


Jika dilihat sekilas, mungkin kita akan menganggap kalau dua animasi ini merupakan animasi buatan Jepang, alias anime. Namun ternyata, dua animasi bergaya anime ini merupakan buatan orang Indonesia, tepatnya Yogyakarta.

Animator asal Yogyakarta itu bernama Satya Rizqy, dan karyanya berjudul “Zero Fantasy” serta “Colorful Days”. Dilansir dari Japanesestationcom, Kamis (24/9/2015), “Zero Fantasy” merupakan animasi pendek yang bercerita tentang penyelamatan seorang gadis dari sosok misterius bertopeng. Animasi ini menggunakan total 573 frame dan 20 background. Untuk waktu pembuatannya, karena dikerjakan bersamaan dengan waktu kuliah, maka pengerjaannya memakan waktu 1 bulan untuk pra produksi dan 8 bulan untuk produksi. Sementara itu peralatan yang digunakannya adalah wacom pen tablet, laptop.

Animasi ini dibuat sendiri oleh Satya Rizqy mulai dari karakter hingga background termasuk coloring. Khusus coloring, untuk karakternya ia dibantu oleh 2 orang temannya, sedangkan musiknya dikerjakan oleh seorang temannya, sehingga total ada 4 orang dalam proses pengerjaannya.

Sedangkan “Colorful Days” merupakan animasi mengenai cerita percintaan mengenai dua orang yang pernah bertemu di masa SMP dan bertemu kembali ketika kuliah. Ada total 405 frame dan 33 background dalam pembuatannya. Untuk waktu pembuatannya, karena dikerjakan bersamaan dengan waktu kuliah, maka pengerjaannya memakan waktu 1 bulan untuk pra produksi dan 4 bulan untuk produksi. Untuk peralatannya, ia menggunakan wacom tablet, laptop dan midi controller untuk musiknya. Sama seperti “Zero Fantasy”, animasi ini dibuatnya sendiri mulai dari animasi karakter, background, sampai coloring. Untuk musiknya, ditangani oleh temannya yang sama-sama menangani musik untuk “Zero Fantasy”.

Menurut Satya, membuat “Colorful Days” lebih sulit daripada “Zero Fantasy”. Pada animasi kedua ini ia memutuskan untuk membuatnya sendiri, karena melihat banyaknya temannya yang kurang tertarik untuk ikut membuat animasi. Sama seperti “Zero Fantasy”, kesulitan utamanya adalah membagi waktu kuliah dan membuat animasi serta harus konsisten agar dapat tepat deadline. Meski demikian, hasilnya bisa dibilang tidaklah mengecewakan.

Kamu bisa lihat hasilnya pada video di bawah ini.

(tom)

 


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
11
Love
OMG OMG
106
OMG
Yaelah Yaelah
32
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
25
Keren Nih
Ngakak Ngakak
52
Ngakak