Siapa yang tidak mengenal Vincent van Gogh, pelukis terkenal asal Belanda yang menghasilkan karya besar dan bernilai seni tinggi. Namun, pelukis dari abad 18 ini ternyata memiliki kisah kelam semasa hidupnya. Berikut 5 mitos kelam dalam kehidupan Gogh.

1. Gogh dipaksa oleh keluarganya untuk tinggal di rumah sakit jiwa

Sudah menjadi rahasia umum bagi siapapun yang mengenalnya percaya bahwa van Gogh punya beberapa masalah mental / emosional (kita bayangkan saja ia mengiri telinga nya dan memberikannya kepada seorang pelacur). Van Gogh mengkhawatirkan keselamatannya dan keselamatan orang di sekitarnya, sehingga ia mengisolasi dirinya di RSJ St. Remy. Theo, adiknya, mencoba untuk menyatakan bahwa ia dan istrinya bisa merawatnya kalau saja dia pindah ke Paris , dimana Theo tinggal. Ada juga kemungkinan bahwa Van Gogh pikir dengan mengisolasi dirinya , ia akan mendapatkan ide – ide untuk melukis. Karyanya yang amat terkenal pada jaman ini adalah The Starry Night.

2. Telinganya dipotong oleh temannya

Semua pasti tahu mengenai kisah terkenal tentang bagaimana ia mengiris daun telinga kirinya dan memberikannya kepada seorang pelacur. Namun , ada teori sanggahan bahwa ia tidak memotong telinganya sendiri , melainkan dipotong oleh Gaugin , teman serumahnya yang suka bermain anggar. Mungkin kejadian ini bermula ketika mereka beradu mulut sehingga Gaugin emosi dan mengancamnya dengan pedang anggar yang ia bawa , dan tanpa sengaja memotong 1/3 bagian bawah telinga Gogh.

3. Van Gogh tidak melakukan bunuh diri

Selama ini van Gogh dipercaya membunuh dirinya sendiri dengan menembakkan peluru dari sebuah pistol ke perutnya. Beberapa orang telah menolak pernyataan ini , terutama karena dua alasan: pistol yang digunakan tidak pernah ditemukan dan tidak ada saksi mata pada usaha bunuh diri itu sendiri. Penulis biografi Edward White Smith, juga mencurigai hal ini , sehingga ia menggali lebih dalam untuk mencoba dan menemukan alasan yang lebih dipercaya. Dalam penelitiannya dia menemukan pernyataan bahwa ada seorang pengusaha yang mengaku sering bertemu dengan van Gogh dengan saudaranya,Theo. Ia terkenal karena ia bertemu van Gogh di tahun-tahun terakhir hidupnya dan ia mengaku memiliki pistol rusak sebagai bagian dari kostum koboi yang ia berikan kepada Gogh.

Penulis pun menggali lebih dalam dan menemukan fakta adanya pernyataan dari para petani di Anvers , tempat dimana van Gogh meninggal , yang menyatakan bahwa sebenarnya ada 2 orang pemuda yang menembak Gogh. Namun , ini pun tidak bisa menjadi bukti yang kuat karena tidak ada saksi yang jelas.

4. Selama masa hidupnya , Gogh tidak pernah dapat menjual satu pun lukisannya

Meskipun van Gogh didukung sepenuhnya oleh Theo secara finansial , namun ada catatan bahwa van Gogh tidak pernah dapat menjual satu pun hasil karyanya selama masa hidupnya. Ironi bukan , kenyataan bahwa karyanya telah menjadi sangat berharga setelah kematiannya. Theo mungkin masih dapat untuk membuat keberuntungan kecil dengan mencoba menjual lukisan saudaranya yang tersisa, tetapi ia meninggal karena sifilis enam bulan kemudian setelah bunuh diri adiknya.

5. Lukisan terakhirnya berhubungan dengan bunuh diri yang dilakukannya

Banyak orang percaya bahwa lukisan van Gogh yang terkahir -â??Wheat Field with Crows.â? menceritakan mengenai kejadian bunuh dirinya itu. Kisah dibalik lukisan ini tentu bukan suasana yang bahagia. Dalam surat-suratnya kepada Theo ,ia secara teratur menyebutkan sekilas mengenai karya yang sedang ia kerjakan. Surat terakhir yang dikirim empat hari sebelum bunuh diri hanya menyebutkan dua bagian: â??Daubignyâ??s Gardenâ? and â??Cottages with Thatched Roofs.â?

Menggunakan lukisannya sebagai garis waktu, masuk akal untuk mengatakan bahwa â??Wheat Field with Crowsâ?  dicat dalam beberapa pekan terakhirnya, menggambarkan butir yang telah matang sepenuhnya, sementara karya awal menunjukkan gandum yang masih hijau. Kanvas yang disinggung di surat terakhirnya ,  saat ini masih  belum dapat ditemukan setelah kematiannya. (iky)