Kota Jakarta, yang merupakan ibukota dari Indonesia, merupakan salah satu dari beberapa kota di dunia yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi. Banyak orang dari daerah yang datang ke Jakarta untuk mengadu nasib dan menjadi penduduk Jakarta. Meski demikian, tak semua orang Jakarta tahu sejarah di balik penamaan daerah yang ada di Jakarta. Dilansir dari Kaskus, Selasa (24/3/2015), berikut adalah fakta unik di balik nama-nama daerah di Jakarta.

1. Senayan

Dulu daerah Senayan adalah milik seseorang yang bernama Wangsanaya yang berasal dari Bali. Tanah tersebut disebut orang-orang dengan sebutan Wangsanayan yang berarti tanah tempat tinggal atan tanah milik Wangsanayan. Lambat laun akhirnya orang menyingkat nama wangsanayan menjadi Senayan.

2. Lebak Bulus

Daerah yang terkenal dengan stadion dan terminalnya diambil dari kata â??lebakâ? yang artinya lembah dan â??bulusâ? yang berarti kura-kura. Jadi Lebak Bulus dapat disamakan dengan lembah kura-kura. Kawasan ini memang kontur tanahnya tidak rata seperti lembah dan di kali Grogol dan kali Pesanggrahan, dua kali yang mengalir di daerah tersebut, memang terdapat banyak sekali kura-kura alias bulus.

3. Gondangdia

Asal usul nama kampung Gondangdia ternyata ada beberapa versi, diantaranya adalah:
1. Nama Gondangdia berasal dari nama pohon Gondang (sejenis pohon beringin) yang tumbuh pada tanah basah atau berair. Kemungkinan pada masa lalu ada pohon Gondang yang tumbuh di daerah ini.
2. Nama Gondangdia berasal dari nama binatang air sejenis keong Gondang, yang artinya keong besar. Kemungkinan pada masa lalu di daerah ini banyak terdapat keong besar, sehingga masyarakat menyebut tempat ini dengan menyebut nama keong.
3. Nama Gondangdia berasal dari nama seorang kakek yang terkenal dan disegani oleh masyarakat sekitar kampung. Kakek ini mempunyai nama kondang dan sering juga dipanggil Kyai kondang. Karena terkenal di kalangan masyarakat kampung, nama kakek kondang sering disebutâ??sebut dan masyarakat sering mengaitkan nama tempat itu dengan nama kakek, maka disebut dengan gondangdia (kakek dia yang tersohor).

4. Rawamangun

Konon di daerah ini dulunya banyak rawa-rawa, yang kemudian daerahnya mulai dilakukan pembangunan. Bisa diartikan kalau Rawamangun adalah rawa-rawa yang kemudian dibangun. Struktur tanah yang sifatnya rawa-rawa asalnya, membuat banyak pembangunan yang menggunakan pondasi ekstra dalam untuk wilayah ini. Seperti halnya sifat rawa-rawa yang selalu berada di tengah hutan dan mirip halnya daerah Utan Kayu, Rawamangun juga masih relatif lebih hijau.

5. Condet

Dada 2 versi terkait asal nama Condet ini. Pertama daerah ini berasal dari kata Ci Ondet. Ci berarti air atau kali seperti nama kali lain, Ciliwung, Citarum, Cisadane dan sebagainya. Sementara Ondet atau Odeh adalah nama pohon sejenis buni. Pada masa dulu di sepanjang aliran kali Ciliwung yang lewat kesana banyak ditemukan pohon Ondet, sehingga disebut Condet. Sementara versi satu lagi menganggap asal nama daerah condet adalah karena di daerah ini dulu terdapat buah-buahan condet, ondeh, atau ondeh-ondeh yang memiliki nama latin Antidesma Diandrum Sprg. Condet atau ondeh adalah semacam buah yang memiliki rasa manis-manis asem, mirip buah buni. Karena banyaknya buah condet ini, maka daerah ini diberi nama Condet. (tom)