Sudah lama menjadi bagian dari negara Indonesia, Papua baru-baru ini mulai mencuat, baik dari segi pemerintahan maupun segi hiburan. Dari segi hiburan sendiri, Papua sudah pernah menjadi setting beberapa film Indonesia. Sayangnya, hingga kini film yang mengangkat tanah Papua bisa dihitung dengan jari. Apa saja? Berikut 5 film yang mengangkat tanah Papua, dilansir dari CNNIndonesia, Kamis (14/5/2015).

1. Denias, Senandung di Atas Awan (2006)

Denias, Senandung di Atas Awan (Afiqofagung WordPress)
Denias, Senandung di Atas Awan (Afiqofagung WordPress)

Bisa dibilang kalau film ini merupakan film pertama yang membuat orang-orang ingin ke Papua untuk berwisata. Film garapan John de Rantau ini bukan hanya memiliki alur cerita yang kuat dan sangat humanis, tetapi juga menyuguhkan keindahan alam nan memsona. Film ini bahkan sempat masuk seleksi Piala Oscar tahun 2008. Film yang berdasarkan kisah nyata itu mengisahkan Denias, anak dari suku pedalaman Papua yang berhasrat tinggi untuk mengenyam pendidikan. Pada cerita nyatanya, anak itu bernama asli Janias.

2. Lost in Papua (2011)

Lost in Papua (CNNIndonesia)
Lost in Papua (CNNIndonesia)

Suku pedalaman Papua terungkap kembali dalam film “Lost in Papua” mengisahkan Rangga (Edo Borne) dan tim yang ingin mencari titik penambangan di Papua. Namun perjalanan itu tidak mudah. Mereka memasuki wilayah terlarang dan anggota tim hilang satu per satu. Sampai akhirnya, mereka bertemu dengan suku primitif yang semua penduduknya perempuan. Namun, ada sesuatu yang aneh dan besar tentang suku itu.

3. Di Timur Matahari (2012)

Di Timur Matahari (Atlantic Movie)
Di Timur Matahari (Atlantic Movie)

Setelah film “Denias”, Ari Sihasale kembali membawa Lukman Sardi dan Laura Basuki ke Pulau Cendrawasih, syuting bersama anak-anak asli Papua. “Di Timur Matahari” bak harapan bagi anak-anak itu, yang di awal film menunggu kedatangan seorang guru yang mau mengajar. Film ini menceritakan Mazmur (Simson Sikoway) yang tetap teguh menunggu seorang guru untuk bisa mengajar dirinya dan teman-temannya. Penantiannya itu terus dilakukannya selama 6 bulan.  Kehidupan Mazmur dan kawan-kawannya yang damai itu terusik saat ayahnya terbunuh oleh ayah temannya. Perang suku pun tak terelakkan. Di akhir film, kepolosan anak-anak menjadi penyelamat saling bunuh di masyarakat Papua.

4. Cinta dari Wamena (2013)

Cinta dari Wamena (Kofindo)
Cinta dari Wamena (Kofindo)

Film garapan Lasja Fauzia Susatyo ini khusus tentang Papua. “Cinta dari Wamena” mengisahkan persahabatan tiga anak Papua, Litius (Maximus Itlay), Tembi (Benyamin Lagowan), dan Martha (Madonna Marrey). Mereka mulanya anak desa yang bermimpi bisa sekolah gratis di Wamena. Namun ujian kemudian datang. Mereka dihadapkan pada gaya hidup yang bebas dan AIDS yang mewabah. Mimpi mereka tergerus. Ketiganya kini berbeda arah dan mencari jalan masing-masing.

5. Epen Cupen (2015)

Epen Cupen (CNNIndonesia)
Epen Cupen (CNNIndonesia)

Celo, yang sebelumnya membintangi pemain serial “Epen Cupen” di situs YouTube kini beraksi ke layar lebar. Ia sebagai orang Papua asli, diperintahkan sang ayah mencari saudara kembarnya. Di tengah perjalanan, ia tak sengaja terangkut oleh pesawat ke Jakarta. Dalam film “Epen Cupen”, Celo dan tokoh Papua lainnya akan beradu akting dengan artis kondang seperti Marissa Nasution dan Pierre Gruno. (tom)