Tujuan dari teknologi adalah untuk membantu segala aktivitas kita menjadi lebih mudah. Namun sayangnya, dengan semakin berkembangnya teknologi, ternyata memiliki efek samping. Efek sampingnya adalah bisa menghilangkan beberapa kemampuan kita sebelum hadirnya teknologi. Apa saja? Berikut adalah 5 hal yang hilang akibat teknologi, dilansir dari Kaskus, Rabu (27/5/2015).

1. Mengingat nomor telepon

Menekan nomor telepon (Kaskus)
Menekan nomor telepon (Kaskus)

Perkembangan teknologi ponsel dapat dengan mudah memasukkan atau menyimpan nomor telepon ke ponsel kita, sehingga kita tidak perlu lagi menekan nomor telepon. Cara itu memang lebih praktis, namun akibatnya, kita jadi lebih sulit untuk menghafal nomor telepon. Padahal dulu sebelum terciptanya ponsel, kita dapat dengan mudah menghafal nomor telepon. Saat ini, ada beberapa orang yang justru tidak ingat nomor ponsel sendiri.

2. Komunikasi dengan orang lain

Sibuk main ponsel (Kaskus)
Sibuk main ponsel (Kaskus)

Sebelum munculnya teknologi-teknologi seperti ponsel pintar, berbicara atau berkomunikasi dengan orang-orang yang tidak dikenal bukanlah sesuatu yang baru. Apalagi saat kita sedang menunggu di tempat umum seperti transportasi umum. Namun dengan adanya ponsel, kita justru menciptakan tembok di sekitar kita. Sejatinya, manusia adalah mahkluk sosial, namun sayangnya sekarang kita lebih ahli bersosialisasi dalam dunia digital seperti sosial media.

3. Kemampuan navigasi

Baca peta (Kaskus)
Baca peta (Kaskus)

Yang dimaksud kemampuan navigasi di sini adalah seperti kemampuan membaca peta, menghafalkan tempat, mengetahui serta dapat menunjukkan arah. Semua jadi mudah berkat GPS. Namun bagaimana jika GPS milikmu tiba-tiba tidak berfungsi? Tentu kamu akan kebingungan mencari jalan untuk mencapai tujuan kamu. Sebelum ada GPS, kita masih bisa mengingat jalan, atau bahkan membaca peta secara manual.

4. Menulis tangan

Menulis tangan (Kaskus)
Menulis tangan (Kaskus)

Menulis surat dan catatan untuk orang lain membutuhkan kemampuan menulis tertentu dan kita harus tahu bagaimana mengorganisasikan tulisan kita dalam sebuah cara yang dapat dengan mudah dimengerti lawan bicara kita. Menulis dengan tangan akan semakin jarang kita temui di masyarakat luas apalagi jika pekerjaan kita sudah berkaitan dengan bidang komputer. Untuk menulis saja sudah jarang ditemui apalagi menulis sebuah surat legal dengan tangan kamu sendiri, mungkin kemampuan itu sudah hilang sejak lama.

5. Mengeja

Scrabble (Kaskus)
Scrabble (Kaskus)

Masih berhubungan dengan poin nomor 4, jarangnya menulis tangan tentu kita jadi merasa ragu dengan ejaan salah satu kata yang cukup rancu bagi masyarakat Indonesia, seperti apotik atau apotek. Hal itu dikarenakan kita terlalu terbiasa dengan fitur AutoCorrect, sehingga apa yang salah bisa langsung diperbaiki secara otomatis. (tom)