5 Startup Raksasa Karya Anak Indonesia yang Mendunia


Startup lokal (Beritagar)

Perkembangan dunia digital di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Pembuatan bisnis rintisan atau startup dengan memanfaatkan dunia digital telah menjadi tren di kalangan anak muda saat ini. Terbukti, dari semua startup yang ada di Indonesia, beberapa ada yang sukses mendunia. Berikut adalah 5 startup raksasa karya anak Indonesia yang berhasil mendunia.

1. Kaskus

Andrew Darwis (Waktuku)

Kaskus atau Kasak Kusuk merupakan website komunitas dimana penggunanya begitu aktif memberikan thread.  Didirikan pada 6 Nopember 1999 oleh Andre Darwis, Ronald dan Budi, hingga tahun 2009, Kaskus kebanjiran penghargaan di antaranya: “The Best Innovation in Marketing” dan “The Best Market Driving Company” oleh Marketing Magazine, dan “The Greatest Brand of the Decade” (2009-2010) oleh Mark Plus Inc. Kaskus juga meraih penghargaan internasional PR Awards 2016 dari Majalah Marketing Singapura sebagai “Best Digital Communication Strategy”. Penghargaan ini yang diikuti oleh 400 partisipan dari berbagai negara seperti Australia, India, Thailand, Malaysia, Vietnam, Singapura dan Filipina. Nilai valuasi Kaskus pada tahun 2014 diketahui sebesar USD 80 juta atau sekitar Rp 1 triliun. Angka itu bisa saja meningkat seiring waktu. Selain itu, berdasarkan data pantauan jadiBerita.com per 4 Oktober 2017 dari situs Alexa, Kaskus berada di peringkat ke-13 website paling banyak dikunjungi di Indonesia.

2. Tokopedia

William Tanuwijaya (Waktuku)

Tokopedia yang merupakan salah satu situs belanja online terbesar di Indonesia ini sempat berhasil memecahkan rekor nilai investasi di Asia Tenggara. Betapa tidak, nilai kontraknya mencapai USD 100 juta atau setara dengan Rp 1,2 triliun. Investasi itu berasal dari dua perusahan luar negeri, yaitu Softbank dan Sequoia Capital pada Oktober 2014 yang lalu. Nilai investasi yang tidak sedikit tersebut tentunya akan digunakan untuk membangun tim yang lebih solid dan menjadikan Tokopedia sebagai perusahaan lokal yang mendunia. Pada tahun 2015, Tokopedia memiliki tambahan valuasi sebesar USD 2.087.511 atau setara Rp 29,5 miliar. Dalam kiprahnya, Tokopedia berhasil meraih penghargaan Marketeers of the year pada acara Markplus Conference 2015 yang digelar oleh Markplus Inc. Pada 2016 lalu, Tokopedia terpilih sebagai Best Company in Consumer Industry Digital Economy Award 2016.

3. Traveloka

Ferry Unardi (Waktuku)

Bagi mereka yang sering bepergian jauh dan menggunakan pesawat, nama yang satu ini pasti sangat akrab. Bukan hanya di kalangan konsumen domestik, para pelanggan asing pun cukup mengenal Traveloka. Didirikan pada tahun 2012, Traveloka berhasil menjadi salah satu situs reservasi tiket dan kamar hotel favorit hingga akhirnya mendapatkan pendanaan dari perusahaan asing ternama seperti East Venture. Pendanaan lainnya datang dari perusahaan travel asal Amerika Serikat (AS) Expedia. Nilainya tidak tanggung-tanggung, yakni mencapai USD 350 juta atau sekitar Rp 4,6 triliun. Pada tahun 2015 CEO sekaligus pendiri Traveloka, Ferry Unardi menjadi salah satu peserta rombongan yang diboyong presiden Joko Widodo ke Silicon Valley, Amerika Serikat. Menjadi salah satu peserta rombongan tersebut membuktikan bahwa kiprah Traveloka pantas untuk dipamerkan kepada dunia. Kini, Traveloka kini telah mengantongi dana lebih dari USD 400 juta atau sekitar Rp 5,3 triliun.

4. HijUp

Diajeng Lestari (Marketplus)

Berdiri sejak 1 Agustus 2011, HijUp yang ingin memberikan solusi berbusana muslim lebih modern dan ekspresif, sudah menggaet satu juta visitor, dan memiliki pelanggan setia dari berbagai negara. Selain Indonesia, koleksi busana muslim rancangan 30 desainer lokal ini digemari di Malaysia, Singapura, Australia, Perancis, Inggris, Jerman, Rusia, Dubai, Arab Saudi, Kanada, dan Amerika Serikat. Pada 2015, HijUp berhasil mendapat pendanaan dari dua ronde yang berbeda, yang salah satunya memberikan pendanaan lebih dari USD 1 juta (sekitar Rp 13,5 miliar).

5. Go-Jek

Nadiem Makarim (Izaybiografi)

Siapa yang tidak mengenal Go-Jek? Startup bidang transportasi dengan memanfaatkan aplikasi secara online ini merupakan karya anak bangsa, Nadiem Makarim. Dengan berbagai fitur tambahan yang ada, Go-Jek berhasil menjadi salah satu startup yang diboyong presiden ke Silicon Valley, Amerika Serikat. Selain itu, Go-Jek juga berhasil menerima penghargaan “Asean of The Year” dari The Strait Times. Hingga saat ini sedikitnya ada sekitar 200 ribu driver ojek yang bergabung di Go-Jek. Selain menyediakan layanan ojek, dalam aplikasinya Go-jek juga menyediakan berbagai layanan lainnya, seperti Go-Ride, Go-Courier, Go-Box, Go-Mart, Go-Massage, Go-Busway, Go-Food, Go-Clean dan Go-Glam. Pada pertengahan tahun ini, Go-Jek berhasil mendapatkan pendanaan sekitar Rp 7,2 triliun yang merupakan pendanaan terbesar untuk startup teknologi di Asia Tenggara. Nilai ini lalu bertambah mencapai USD 1,3 miliar atau sekitar Rp 17,3 triliun menurut data yang dilansir dari CB Insight. Lebih mantap lagi, Go-Jek dikabarkan telah membuka kantor perwakilan di India, tepatnya di Bengaluru.

Pastinya, masih ada banyak perusahaan startup lokal yang berhasil membawa nama Indonesia ke dunia. Paling tidak, dari 5 perusahaan startup diatas telah membuktikan bahwa anak negeri juga bisa bersaing di pasar global. Adakah dari JBers yang ingin membangun startup juga? (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
30
Love
OMG OMG
20
OMG
Yaelah Yaelah
50
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
40
Keren Nih
Ngakak Ngakak
70
Ngakak