spot_img
- Advertisment -spot_img
BerandaTechnology5 Cara Mencegah Malware di Ponsel Android Kamu

5 Cara Mencegah Malware di Ponsel Android Kamu

From Author

Ardy Messi
Ardy Messihttp://killingcr.co.cc
Work in PR agency, Strategic Planner wannabe, a bikers, a cyclist, music and movie freak, Barca fans.

Sobat Jbers, bagi kamu pengguna ponsel Android mungkin ada yang belum tahu tentang bahaya malware. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang cara mencegah malware di ponsel Android dan bagaimana cara mengatasinya jika ponsel kamu terkena software jahat ini.

Android memang memiliki platform yang lebih terbuka dibandingkan dengan Apple, sehingga Android lebih mudah terkena malware. Google sebenarnya sudah berusaha mengatasi hal ini dengan fitur seperti Google Play Protect. Namun kembali lagi ke masing-masing pengguna, malware dengan mudah bisa masuk ke ponsel kamu tentu karena ketidakhati-hatian dari kamu sendiri.

Apa Itu Malware Android?

Sebelum kita bahas cara mencegah malware di ponsel Android, ada baiknya kita mengenal dulu apa itu malware. Malware adalah software yang berbahaya yang seringkali keberadaannya tidak diketahui oleh pemilik ponsel. Aplikasi berbahaya mungkin menyamar sebagai aplikasi resmi, atau mungkin sama sekali tidak muncul di daftar aplikasi kamu. Namun, aplikasi tersebut dapat berjalan di latar belakang melakukan berbagai aktivitas mencurigakan, seperti mencuri informasi pribadi kamu dan mengunggahnya ke tempat yang tidak semestinya.

Namun kamu tidak perlu khawatir, menghindari malware di Android sebenarnya cukup mudah, asalkan kamu sedikit berhati-hati.

Cara Mencegah Malware di Ponsel Android

1. Selalu Pakai Aplikasi Resmi

Salah satu yang membedakan Android dari sistem operasi lainnya adalah kemampuannya untuk memasang aplikasi secara mandiri, yakni menginstal aplikasi yang bukan dari Play Store resmi Google.

Sayangnya celah ini bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Google juga rajin melakukan tindakan untuk mengurangi jumlah aplikasi berbahaya di Play Store, tetapi Google tidak bisa melakukan apa-apa jika kamu sendiri yang menginstall aplikasi dari sumber-sumber yang tidak jelas.

Jika kamu mengunduh APK dari situs yang tidak resmi, pikir-pikir dulu. Apakah ini situs web pengembangnya? Apakah pengembangnya dikenal dan terpercaya? Apakah pengguna lain telah memeriksa aplikasi tersebut? Jika ada banyak hal yang mencurigakan, kemungkinan besar sebaiknya jangan pernah kamu menginstallnya.

BACA JUGA: 17 Trik Rahasia WhatsApp untuk Pengguna Android

2. Jangan Instal dari Penyedia Aplikasi Pihak Ketiga

Sebab pengguna Android dapat memasang aplikasi secara mandiri, ini berarti kamu juga dapat menginstall aplikasi dari pihak ketiga. Namun aku sarankan tetap gunakan Google Play Store karena tetap jauh lebih aman daripada menggunakan opsi pihak ketiga yang berpotensi tidak stabil dan bisa diisi dengan berbagai malware.

Marketplace Aplikasi pihak ketiga mungkin tidak seketat Google Play Store sehingga banyak aplikasi-aplikasi yang bebas masuk disana. Inilah salah satu cara utama malware menyebar ke ponsel kamu.

3. Jangan Instal APK Bajakan

Cara mencegah malware di ponsel Android paling ampuh adalah jangan gunakan aplikasi bajakan. Ini sama seperti kamu menginstall Windows bajakan. Cepat atau lambat akan banyak masalah pada sistem operasi yang kamu gunakan.

Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya kamu pasang dengan APK bajakan karena tidak selalu sesuai dengan apa yang kamu kira. Bisa jadi aplikas sudah dimodifikasi sehingga membawa malware berbahaya ke ponsel kamu. Selain itu membajak aplikasi dari pengembang yang bekerja keras menciptakannya adalah hal yang benar-benar tidak baik.

4. Tetap Waspada Memilih Aplikasi Meskipun Diunduh Melalui Google Play Store

Setelah pembahasan yang telah kita lalui, Google Play Store tetap memiliki celah keamanan. Sebagai contoh, pernah ada daftar aplikasi WhatsApp palsu di Google Play Store, dan telah diunduh lebih dari satu juta kali. Aplikasi palsu tersebut sangat mengejutkan bahkan nama pengembangnya terlihat hampir identik dengan pengembang sebenarnya dari WhatsApp.

Sekali lagi, Google secara aktif mengambil langkah-langkah untuk mengurangi jenis masalah seperti ini, tetapi kembali lagi ke kamu. Ketika kamu memasang aplikasi baru, berhati-hatilah terhadap segala sesuatu yang tampak tidak beres. Periksa izinnya, baca deskripsinya, dan periksa akun pengembangnya. Jika sesuatu tampak tidak benar, kemungkinan memang tidak benar.

5. Selalu Update dengan Versi Aplikasi Terbaru

Google terus merilis patch keamanan bulanan untuk Android, yang membantu menjaga sistem tetap terlindungi dari serangan malware terutama ketika ditemukan kerentanan tertentu.

Meskipun tidak setiap pengembang aplikasi akan merilis pembaruan terus menerus, tugas kamu adalah memasang setiap pembaruan yang muncul di notifikasi ponsel. Tidak semua pembaruan akan membawa fitur baru, tetapi hal-hal yang mereka lakukan di balik layar akan menjaga kamu terlindungi dari serangan-serangan ini.

BACA JUGA: 4 Aplikasi Pelindung Privasi di Handphone yang Wajib Kamu Install

- Advertisement -

Latest Article

5 Layanan Penyimpanan Cloud Alternatif Selain Gdrive

Pernahkah Anda kehilangan file penting atau kehabisan ruang di hard drive Anda? Atau mungkin menghabiskan berjam-jam menyeleksi dokumen, foto,...

More Articles Like This