5 Gebrakan Kece Ahok untuk Jakarta, Bukti Banyak Orang Cerdas di Indonesia

Linda

Basuki Tjahaja Purnama dikenal sebagai Gubernur DKI Jakarta yang fenomenal. Berbagai langkah telah ditempuh demi mengubah citra Ibu Kota menjadi lebih baik. Berkat tangan Ahok, sapaan Basuki, Jakarta kini perlahan mulai berubah. Tak heran, citra Ahok yang dikenal tegas hingga galak, membuat siapapun tak berani berulah di masa kepemimpinannya.

Meskipun status Gubernurnya akan digantikan oleh Anies Baswedan, calon gubernur terpilih pada Pilkada bulan lalu, tak ada salahnya kita melihat hasil kerja dan gebrakan Ahok yang begitu keren untuk Jakarta. Apa saja, sih? Simak yuk, ulasannya berikut ini.

Mengubah sungai-sungai kotor menjadi bersih.

www.beritateratas.com
Bukan lagi rahasia jika sungai-sungai di ibu kota dikenal kumuh dan banyak sampah. Tak hanya tak sedap dipandang, sungai-sungai kotor tersebut juga menjadi sumber penyakit dan menjadi salah satu sebab dari bencana tahunan Jakarta, banjir. Namun, Ahok, melalui buah kerja Pasukan Oranye, berhasil membersihkan sungai-sungai di Jakarta menjadi bening. Bahkan, kini anak-anak pun berani berenang di Sungai Ciliwung, lho!

Jakarta Smart City.

 

Youtube

Perkembangan teknologi telah memasuki semua aspek kehidupan, salah satunya dalam menata kota dan pemerintah. Demikian pula yang dilakukan oleh Ahok. Tahun 2014 lalu, ia meluncurkan program Smart City. Keberadaannya semakin mempermudah kinerja aparat Pemprov DKI agar cepat merespons keluhan dari warga. Kesuksesan dan kelancaran Jakarta Smart City bertumpu pada keberadaan dua apliksi, yakni Qlue dan Cepat Respons Opini Publik (CROP).  Qlue adalah aplikasi yang diperuntukan bagi warga, sedangkan CROP merupakan aplikasi yang hanya bisa diunduh oleh aparat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan aparat kepolisian. Keren, bukan?

Basmi korupsi lewat e-budgeting.

smartcity.jakarta.go.id

 

Terobosan lainnya dari Ahok untuk Jakarta adalah penerapan mekanisme penganggaran melalui electronic budgeting (e-budgeting). Lewat e-budgeting, pemda DKI Jakarta dapat merangkul masyarakat untuk turut mengawasi kinerja pemerintah agar tak menjurus ke arah korupsi. Soal pemantau, baik BPK, KPK maupun warga Jakarta bisa langsung memantau di http://apbd.jakarta.go.id. Gebrakan ini telah dipuji oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menjadi inspirasi pemimpin daerah lainnya di Indonesia.

Mengubah Kalijodo, bekas tempat prostitusi menjadi taman kota yang indah.

Vimeo

Kalijodo, kawasan yang dahulunya dikenal sebagai kawasan prostitusi tertua di Jakarta, kini wajahnya telah berubah menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Meskipun saat proses penggusuran pemda DKI Jakarta sempat bersitegang dengan warga sekitar, nyatanya kini Taman Kalijodo sukses menjadi tujuan wisata menarik di akhir pekan. Kawasan yang terletak di Jakarta Barat dan Jakarta Utara sekarang dengan seluas 1,4 hektar ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas antara lain taman, monumen, lintasan jogging, lintasan sepeda, skate park, amphitheater, musholah, kios, outdoor fitness, toilet, dan sound system.

Tak hanya itu saja, Kalijodo kini menjadi surge bagi para penggemar skateboard, BMX, scooter dan inline skate, karena di sini ada skate park dengan standar internasional yang diharapkan pemerintah DKI Jakarta bisa menjadi lokasi penyelenggaraan event internasional. Luar biasa, bukan?

Simpang Susun Semanggi.

Twitter.com

Simpang Susun Semanggi yang dibangun pada masa pemerintahan Ahok, diharapkan tak hanya dapat mengurai kemacetan di ibu kota tapi juga dapat menjadi daya tarik baru. Pembangunan Simpang Susun Semanggi sendiri digambarkan sebagai simbol kecerdasan Ahok. Hal ini bukan tanpa sebab, Presiden Joko Widodo bahkan memuji Ahok dan jajarannya. Pujian itu diberikan Jokowi karena Ahok dan jajarannya dinilai cerdas mencari sumber pendanaan pembangunan Simpang Susun Semanggi alias Semanggi Interchange.

Melansir dari Liputan6, proyek yang dikerjakan untuk mengurai kemacetan di Jembatan Semanggi â?? yang merupakan pertemuan banyak kendaraan â?? tidak dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI. Artinya, infrastruktur yang dibangun untuk kepentingan rakyat, sedikit pun tidak menggunakan uang rakyat. Ahok menggunakan Peraturan Gubernur DKI Jakarta, yang memberi syarat kepada sebuah perusahaan swasta untuk membiayai proyek itu sebagai kompensasi kenaikan koefisien luas bangunan (KLB) atas pembangunan konstruksi mereka di Ibu Kota.

Bagikan:

Linda

fun-writer. joy-reader!