Semua orang di dunia ini tentunya ingin memiliki kehidupan yang sukses. Namun, kesuksesan tak mudah didapat jika seseorang malas melakukan sesuatu hal.

Tak hanya melakukan aktivitas, sukses pun dapat dipengaruhi kata-kata. Anda bisa mengucapkan kata-kata yang mengandung asosiasi rasa. Alhasil, orang-orang akan lebih tunduk kepada Anda.

Ini bukanlah perkara main-main. Pasalnya, hal tersebut sudah diuji melalui sebuah studi. Peneliti dari Amerika Serikat dan Jerman mengungkap bahwa proses otak yang menggunakan metafora berbasis rasa berbeda dengan bahasa literal.

Pasalnya, asosiasi rasa membuat kata lebih berbobot dan berpengaruh. Sebagai contoh, kata â??asamâ? lebih kuat maknanya ketimbang â??mengerikanâ? dan kata â??manisâ? atau â??pahitâ? lebih disukai daripada â??baikâ? dan â??menyedihkanâ?.

Kata-kata tersebut diklaim lebih bisa diterima orang. Seolah ingin membuktikannya, peneliti dari Universitas Princeton dan Universitas Terbuka Berlin pun melibatkan 37 responden.

Lalu, para responden diminta membaca kata umum dan kata dengan metafora berbasis rasa. Setiap kata sifat dalam bahasa literal dicarikan padanannya dalam bahasa metafora berbasis rasa. Misalnya, â??Dia menatapnya ramahâ? diganti menjadi â??Dia menatapnya manisâ?.

Saat membaca keduanya, proses otak mereka direkam. Hasilnya, kata-kata dengan metafora berbasis rasa lebih mengaktifkan proses emosional dalam otak, yakni bagian amigdala.

Selain itu, kata-kata metaforfira berbasis rasa juga memicu aktifnya korteks yang berkaitan dengan mencicip rasa. Adele Goldberg selaku profesor linguistik dari Princeton, mengatakan bahwa bahasa manusia kerap menggunakan sensasi fisik atau benda untuk merujuk ke domain abstrak.

â??Metafora membantu kita memahami domain abstrak, sebab mereka mengaktifkan memori soal pengalaman fisik,â? ujar Goldberg seperti dikutip dari laman Daily Mail, Jumat (27/6/2014).

lebih lanjut Goldberg menjelaskan, mengucapkan kata-kata metafora untuk berkomunikasi akan memberikan keuntungan. Pasalnya, maknanya lebih kuat, sehingga pembicaranya pun dianggap lebih hebat dan disegani orang lain. (nha)