Beberapa hari yang lalu, film Indonesia yang dibintangi Iko Uwais, “Headshot”, sudah tayang di Kanada, tepatnya di Toronto International Film Festival. Kabar terbaru, film laga tersebut berhasil meraih penghargaan bergengsi di ajang L’Etrange Festival Paris 2016.

Menurut akun Twitter resmi L’Etrange, tahun ini film “Headshot” dan film Italia bertajuk “They Call Me Jeeg Robotresmi” meraih gelar Grand Prix Nouveau Genre Award di kategori International Feature Film Competition.

Sedikit tambahan informasi, film-film yang pernah memenangkan gelar tersebut antara lain adalah “Buried” (2010), “Bullhead” (2011), “Headhunters” (2012), “The Major” (2013), “The Voices” (2014), serta “Schneider vs. Bax” tahun 2015.

Tentu saja, kemenangan film “Headshot” itu menjadi kebanggaan bagi Indonesia, karena telah berprestasi di kancah internasional. Film “Headshot” dan “They Call Me Jeeg Robot” juga secara tidak langsung menjadi sejarah tersendiri bagi festival tersebut, karena merupakan pertama kalinya gelar itu diisi dua film sekaligus.

“Kejutan! Untuk pertama kalinya dalam sejarah L’Etrange Festival Paris 2016, dua film memperoleh peringkat yang sama dalam memenangkan Grand Prix Nouveau Genre Award 2016,” tulis pihak L’Etrange dalam sebuah keterangan tertulis.

Headshot (Maactioncinema)
Headshot (Maactioncinema)

Berbicara soal filmnya, “Headshot” bercerita tentang seorang pria (Iko Uwais) yang kehilangan ingatannya setelah terbangun dari koma panjang. Satu demi satu, ingatannya pun kembali dan mengarahkankannya pada musuh-musuh lama yang brutal dan tak kenal ampun, termasuk Lee (Sunny Pang) yang punya reputasi paling menakutkan.

Rencananya, setelah tayang di ajang Toronto International Film Festival dan L’Etrange Festival Paris, “Headshot” juga bakal diputar di Beyond Fest, Los Angeles 2016. Film yang disutradarai oleh Mo Brothers ini dijadwalkan tayang di Indonesia pada akhir 2016 mendatang. (tom)