Beberapa band asal Indonesia telah berhasil membuktikan kualitasnya. Ketika mereka tak bisa mengikut arus mainstream di industri musik tanah air, justru publik luar negeri yang memberikan apresiasi. Sebut saja band asal Bandung, Mocca. Jika di Indonesia mereka termasuk musisi indie yang jarang perform di acara televisi, namun di Korea mereka justru sebaliknya.

Mengikut Mocca, sekarang ini ada Erucakra & C Man, sebuah band beraliran neo progressive jazz asal Medan yang namanya mulai diperhitungkan dunia. Festival Jazz dunia di Daegu, Korea Selatan menjadi pembuktian bagi mereka yang disambut hangat.

Erucakra & C Man (YouTube)
Erucakra & C Man (YouTube)

Ini kali kedua Erucakra & C Man menghentak di Negeri Gingseng tersebut, setelah sebelumnya menghentak di Yongin Global Jazz Festival (YGJF) tahun 2015. Mereka menjadi penampil di antara musisi jazz dunia dari Amerika dan juga Kuba pada 29 Agustus hingga 3 September 2016.

“Kami sebagai satu-satunya grup musik jazz dari Indonesia di ajang musik jazz dunia tersebut. Ini merupakan pembuktian bagi grup kami bersanding dengan musisi jazz kelas dunia,” kata Erucakra Mahameru seperti dikutip dari Bintangcom, Selasa (13/9/2016).

Untuk diketahui, event bergengsi bertajuk Daegu International Jazz Festival (DIJF) ini telah dihelat sembilan kali. Mereka menghadirkan sekitar 40 musisi jazz dunia seperti Spyro Gyra, Tuck & Patti, Jerry Seeco, Jason Lindner, Justin Tyson, Park Wan Kyu, dan lainnya.

Erucakra & C Man (Koran-sindo)
Erucakra & C Man (Koran-sindo)

Band yang digawangi oleh Erucakra Mahameru (Lead Guitar & Vocals), Radhian Syuhada (Bass & Backing Vocals), Heri Syahputra (Keyboard & Synthesizer), Rusfian Karim (Drums), Brian Harefa (Saxophone/Nias Ethnic Vocal) dan Omar Yusuf (Aceh Ethnic/Rapai Vocal) ini membawakan beberapa lagu di antaranya “Hom-Hom”, “Hold On”, “Selayang Pandang” dan “Balap Liar” yang sebelumnya telah ditampilkan di Korea dan disiarkan ulang di seluruh penduduk Korea oleh televisi terbesar Asia SkyTV Korea. Di “Balap Liar” mereka menyuguhkan tradisi koplo Jawa dan Karo yang banyak menjadi perhatian jutaan pemirsa televisi di seluruh Korea.

“Menurut Profesor Sang-Jik Lee, guru besar di Daegu Arts University sebagai salah satu komite penyelenggara kegiatan DIJF, karya kami tergolong unik dengan unsur hentakannya. Mereka sangat tertarik. Dan dibilang jika Erucakra & C Man menjadi grup jazz paling populer di Korea,” tukasnya.

Sukses terus untuk Erucakra & C Man, semoga bisa menyamai prestasi Mocca. (tom)